Bahaya Pemanis Buatan Pada Makanan dan Minuman
Di
zaman yang semakin canggih masyarakat tidak mau repot-repot apa lagi soal
makanan tidak heran banyak sekali produk-produk instan dipasaran yang menjual
berbagai makanan tentunya sangat memanjakan sekali masyarakat, tapi sering kali
masyarakat sering lalai bahwa makanan yang ia konsumsi mengandung bahan kimia
berbahaya sehingga sekarang banyak bermunculan penyakit-penyakit baru yang
ditimbulkan oleh makanan. Berikut ini beberapa bahan-bahan pemanis buatan yang
ada di makanan, diantara bahan-bahan tersebut adalah :
- ASPARTAM
Aspartam merupakan pemanis buatan dari
golongan gula non-sakarida yang banyak dipakai untuk produk-produk diet atau
produk rendah kalori. Aspartam lebih manis sekitar 180-200 kali daripada gula
biasa dengan konsentrasi yang sama. Artinya dengan menggunakan pemanis ini maka
kita hanya memerlukan 1/200 kali lebih sedikit aspartam dibanding dengan
menggunakan gula biasa. Aspartam tak lain adalah metil ester dari dipeptida
asam amino alami yaitu asam aspartat dan fenilalanin.
Aspartam
merupakan produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih serta
kestabilannya sangatlah bergantung pada waktu, temperatur, pH, dan aktivitas
air. Aspartam sangat stabil apabila dalam keadaan kering, tetapi pada
temperatur 30 hingga 80 derajat celsius (dipanaskan, disterilisasi,dan
lain-lain) maka aspartam akan kehilangan rasa manisnya. Oleh karena itu, pada
makanan yang hanya sedikit atau cukup mengandung airlah maka rasa manis
aspartam akan tetap bertahan, aspartam sendiri sangat baik untuk produk yang
disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.
Berdasarkan
penelitian, aspartam sebenarnya mengandung dua komponen natural yang sering
terdapat di makanan pada umumnya, yaitu asam aspartik dan fenilalanin. Dua
komponen ini sering terdapat pada produk alami yang beredar di masyarakat.
Dalam makanan yang mengandung protein, contohnya daging, gandum, dan produk
yang berasal dari susu. Selain itu, komponen ini juga sering terdapat pada
beberapa jenis buah dan sayuran.
Aspartame adalah
nama pemanis buatan yang sangat dikenal di kalangan orang-orang yang sering
menggunakan pemanis yang rendah kalori. Selain pada pemanis tersebut, aspartame
juga sering ditemukan di minuman-minuman ringan, permen karet bebas gula, dan
ada pula yang terdapat pada multivitamin. Aspartame sering digunakan karena
tingkat kemanisannya yang tinggi, tetapi rendah kalori dan aman untuk
orang-orang penderita diabetes. Tapi seperti zat-zat kimia lainnya, aspartame
tetap memiliki efek sampingnya. Aspartame mempunyai banyak efek samping yang
dapat menumbulkan reaksi yang serius, bahkan dapat menyebabkan kematian. Efek
samping yang mungkin bisa dibilang sangat berbahaya hanya akan timbul jika
terlalu banyak mengonsumsi aspartame dan ada kelainan pada tubuh yang
mempengaruhi antibodi. efek samping yang dapat ditimbulkan oleh aspartame,
seperti : gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah jantung,
mual-mual, kebal, pegal-pegal, bertambahnya berat badan, bintik-bintik pada
kulit, kelelelahan, insomnia, sulit bernapas, bicara tidak jelas, rasa nyeri
ketika menelan makanan, diare, sulit tidur, dan gangguan indera perasa. Selain
itu, aspartame juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti depresi,
gelisah, perubahan tingkah laku, phobia, dan berkurangnya daya ingat. Penyakit
kronis yang dapat disebabkan oleh penggunaan aspartame yang berlebihan antara
lain : tumor pada otak, multiple sklerosis, epilepsi, sindrom kelelahan kronis,
parkinson, lupus, alzheimer, cacat mental, limfoma, kelainan pada kelahiran
anak, dan bahkan diabetes, yang merupakan penyakit yang ingin dihindari oleh
orang-orang yang banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung
aspartame.
- SAKARIN
Sakarin
merupakan garam natrium dari asam sakarin. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat
kemanisan 200-700 kali gula. Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide,
Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling
murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Karena itu, sakarin banyak
digunakan pedagang kecil. Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi
kesehatan manusia. Sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan migrain. Sakarin
memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya migrain dan sakit kepala, kehilangan
daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi,
impotensi dang gangguan seksual, kebotakan, kanker otak, kanker kantung kemih. Pemanis buatan banyak menimbulkan
bahaya bagi kesehatan manusia.
Tikus-tikus
percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan
kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk
orang dewasa seumur hidup). Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial,
namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang
meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60%
lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. Oleh karena itu
Food and Drug Administation (FDA), AS menganjurkan untuk membatasi penggunaan
sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar
tidak melampaui 1 gram setiap harinya.
Penggunaan sakarin sebagai zat pemanis
makanan dari beberapa penelitian ternyata dapat menimbulkan karsinogen. Dari
hasil uji coba menunjukkan bahwa meningkatnya tumor kandung kemih pada tikus
melibatkan pemberian dosis kombinasi sakarin dengan perbandingan 1: 9.
Di Indonesia pemakaian sakarin menurut
Peraturan Menteri Kesehatan RI No 208/Menkes/Per/1V/85 tentang pemanis buatan
dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1X/88 tentang bahan
tambahan pangan, menyatakan bahwa pada makanan atau minuman olahan khusus yaitu
berkalori rendah dan untuk penderita penyakit diabetes melitus kadar maksimum
sakarin yang diperbolehkan adalah 300 mg/kg. Batas maksimum penggunaan sakarin menurut ADI (acceptable
daily intkae) yang dikeluarkan oleh FAO ialah 50 – 300 ppm, Meski demikian,
penggunaan jenis-jenis pemanis buatan ini hanya disarankan bila memiliki
gangguan kesehatan, seperti penderita diabetes.
SUMBER PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/46245919/aspartam-sakarin-siklamat

